Slide Show
 

CSF TERKINI

xbannerlaunching

Dampak perubahan iklim pada manusia

E-mail Print PDF

Dampak perubahan iklim pada manusia akan lebih terasa di Negara-negara miskin, yang sebenarnya telah memberikan kontribusi paling sedikit pada krisis global. Kekurangan gizi dan penyakit yang berkaitan dengan iklim akan membunuh mereka yang rentan, yaitu anak-anak, manula, dan mereka yang lemah. Perempuan yang hidup dalam kemiskinan akan menghadapi risiko serupa ketika bencana alam dan bahaya terkait pemanasan global menyerang.

 

Kapan Lagi Mau Peduli Lingkungan?

 Rizwan Hamdi 

Sekretaris jenderal Persatuan Bangsa-bangsa (PBB), Ban Kimoon, dalam peringatan hari kesehatan dunia, 7 April 2008 lalu, menyatakan bahwa perubahan iklim membahayakan kualitas dan ketersediaan air dan pangan, yang merupakan kebutuhan dasar bagi kesehatan manusia. Penderitaan manusia meningkat akibat penyakit, kekurangan gizi, dan kematian. 

Untuk itu mengajak semua pihak peduli terhadap kenyataan ini, guna menjamin perlindungan kesehatan manusia agar menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam agenda perubahan iklim.


Menurutnya, dampak perubahan iklim pada manusia akan lebih terasa di Negara-negara miskin, yang sebenarnya telah memberikan kontribusi paling sedikit pada krisis global. Kekurangan gizi dan penyakit yang berkaitan dengan iklim akan membunuh mereka yang rentan, yaitu anak-anak, manula, dan mereka yang lemah.


Perempuan yang hidup dalam kemiskinan akan menghadapi risiko serupa ketika bencana alam dan bahaya terkait pemanasan global menyerang. Semua pihak harus berbuat lebih banyak, dan bukannya hanya bisa mencela.


Sudah saatnya bertindak guna menjamin perlindungan kesehatan mereka yang lemah dari dampak perubahan iklim. Artinya, setiap Negara harus meningkatkan upaya dalam mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs). Mulai dari menurunkan kematian anak hingga memberdayakan perempuan, sebagai komponen utama tanggapan internasional terhadap perubahan iklim.


Dampak dari perubahan iklim yang sudah didepan mata dan dirasakan adalah gangguan cuaca seperti panas terik hingga cuaca hujan diatas rata-rata yang disertai badai, banjir, kekeringan, dan berbagai bencana alam lainnya.


Selain itu perubahan iklim juga berdampak pada pasokan air dan makanan, munculnya pola-pola baru penyakit infeksi, dan merebaknya penyakit yang terkait dengan ekosistem. Kejadian-kejadian itu meningkatkan risiko terganggunya kesehatan.


Dibutuhkan kesadaran semua pihak atas dampak perubahan iklim terhadap kesehatan melalui upaya mitigasi dan adaptasi, baik pada tingkat manusia maupun lingkungan. Upaya mitigasi dan adaptasi dalam pengendalian dampak kesehatan perubahan iklim antara lain, kebijakan kawasan sehat, pembangunan kapasitas kesehatan lingkungan, manajemen vektor terpadu, tindakan kesehatan emergensi, surveilens terpadu, pengendalian pencemaran lingkungan, program air bersih dan sanitasi, serta pemberdayaan masyarakat.


Pemikiran profesi kesehatan masyarakat dalam melakukan adaptasi adalah integrasi adaptasi perubahan iklim pada pelayanan kesehatan, focus terhadap kapasitas sistem kesehatan, penyadaran masyarakat, dan setiap orang bertanggungjawab, bukan hanya kelompok tertentu.


Secara individu, paling gampang dilakukan adalah melakukan penghematan dalam segala hal dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
Akhirnya, kita berharap semua agar perubahan iklim bumi dapat diminimalisasi agar menjamin kualitas hidup dan kesehatan masyarakat yang baik.


Last Updated ( Friday, 14 October 2011 11:02 )  

Login

Follow Me

facebook2 twitter_logo

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday328
mod_vvisit_counterYesterday502
mod_vvisit_counterThis week2597
mod_vvisit_counterLast week3200
mod_vvisit_counterThis month8402
mod_vvisit_counterLast month10789
mod_vvisit_counterAll days338726

You are here: