Oleh Siti Maemunah, JATAM/ CSF Indonesia
BusinessEurope, badan pengusaha Eropa, mewakili kepentingan perusahaan besar di Uni Eropa, termasuk Arcelor Mittal, BASF, Lafarge dan Rio Tinto. Business Europe melobi untuk mengurangi usaha pengetatan sistem batas dan perdagangan – dalam Skema Perdagangan Emisi. Mereka berpendapat bahwa penalti Uni Eropa akan menyebabkan peningkatan biaya, membuat pengusaha merelokasi produksinya dan menyebabkan kebocoran karbon. Hasilnya? Sekitar 77 persen persen sektor manufaktur Eropa akan menerima izin gratis melakukan polusi setidaknya sampai 2020.
****
c. Siapa Para Pelobi Negara-negara Industri ?
Pelobi Amerika Serikat
20. US Chamber of Commerce atau Kamar Dagang Amerika. Federasi bisnis raksasa Amerika ini beranggotakan lebih 3 juta perusahaan termasuk Monsanto, Dow Chemical, Exxon Mobil dan Duke Energy. Beberapa anggotanya yang menonjol, termasuk Apple, Nike dan Pacific Gas & Electric telah keluar dari ekanggotaan karena protes terhadap kebijakan iklimnya. Mereka kini sedang melobi posisi melawan Rancangan UU Maxman-Markey di Amerika Serikat mengenai perubahan iklim. Kamar dagang ini telah mengancam memperkarakan secara hukum basis keilmuan yang mendasari masalah-masalah perubahan iklim.
21. American Coalition for Clean Coal Electricity (ACCCE). Koalisi Amerika Serikat untuk Listrik Bersih dari Batu Bara berperan sebagai organisasi humas untuk industri batu bara Amerika Serikat. Anggota-anggotanya meliputi EON US, GE Energy, the Murray Energy Corporation dan perusahaan tambang serta listrik lainnya. ACCE mempromosikan batu bara sebagai sumber listrik yang dapat diandalkan dan melobi dukungan untuk CCS. Mereka getol melobi agar peraturan iklim di Amerika Serikat terhambat, termasuk menggunakan surat-surat palsu, yang dikirim perusahaan humas kepada para pembuat peraturan.
22. American Petroleum Institute. Lembaga ini mewakili industri minyak dan gas bumi Amerika Serikat, dengan 400 perusahaan anggotanya termasuk British Petroleum, Chevron, ConocoPhillips, ExxonMobil and Shell. API memiliki rekam jejak melobi untuk menghambat aksi-aksi yang diperlukan dalam menghadapi perubahan iklim dan telah melobi pemerintahnya meminimalisir peraturan iklim Amerika Serikat.
Mereka menghabiskan lebih 4 juta dolar USD untuk menangguhkan Rancang Undang-undang tentang iklim Amerika Serikat, termasuk membuat kampanye “astroturf” – yang nampak seperti gerakan akar rumput yang berkeberatan terhadap perundangan tersebut, meski faktanya, mereka atu kelompok depan API.
23. Air-Conditioning, Heating and Refrigeration Institute (AHRI). Lembaga ini berbasis di Amerika Serikat, melobi untuk menghindari usaha membatasi penggunaan gas berfluor (F-gases) yang merupakan kontributor terbesar perubahan iklim. Lembaga ini mewakili perusahaan macam Dupont, dan bekerja di Eropa sebagai bagian dari EPEE atau European Partnership for Energy and the Environment dijalankan perusahaan humas ernama Grayling. Pelobi ICC Nick Campbell aktif melobi untuk terus melanjutkan produksi F-gases.
Kelompok Pelobi Eropa
24. BusinessEurope, badan pengusaha Eropa, mewakili kepentingan perusahaan besar di Uni Eropa, termasuk Arcelor Mittal, BASF, Lafarge dan Rio Tinto. Business Europe menikmati akses khusus mereka pada para pembuat kebijakan dalam Komisi Eropa, dan membuat perubahan iklim sebagai salah satu isu prioritas mereka.
Business Europe melobi untuk mengurangi usaha pengetatan sistem batas dan perdagangan – dalam Skema Perdagangan Emisi. Mereka berpendapat bahwa penalti Uni Eropa akan menyebabkan peningkatan biaya, membuat pengusaha merelokasi produksinya dan menyebabkan kebocoran karbon. Hasilnya? Sekitar 77 persen persen sektor manufaktur Eropa akan menerima izin gratis melakukan polusi setidaknya sampai 2020.
Business Europe mewakili Komisi Uni Eropa, President Barroso dengan “Copenhagen Scorecard atau Kartu skor Copenhagen” di bulan October lalu, menyoroti daftar keinginan mereka, diantaranya mengikat target emisi negara berkembang yang maju pada 2020, kesepakatan sukarela industri, dukungan untuk CCS dan nuklir untuk perluasan CDM, memungkinkan lebih banyak terjadinya offsetting, dan perlindungan terhadap hak kepemilikan intelektual sebagai biaya pengalihan teknologi ke negara-negara berkembang.
25. European Chemicals Industry Council (CEFIC) merupakan Dewan Industri Kimia Eropa, yang mewakili para pemain utama di sektor kimia Eropa, termasuk didalamnya adalah Arkema, BASF, Bayer, Dow, DuPont, ExxonMobil chemical, Shell Chemicals dan Solvay. Kelompok kerja untuk perubahan iklim perubahan iklim dipimpin Nick Campbell dari Arkema, yang juga memimpin kelompok kerja BusinessEurope (lihat catatan sebelumnya) dan International Chamber of Commerce.
Cefic telah melobi Uni Eropa untuk melindungi industri kimia dari biaya ETS, mendorong argumen bahwa biaya akan menyebabkan relokasi usaha dan beresiko terjadinya kebocoran karbon. CEFIC juga aktif melobi uagar Uni Eropa tidak menaikkan komitmen pengurangan emisi mereka dalam setiap pembicaraan iklim di Copenhagen.
Industri kimia menginginkan suatu kesepakatan internasional baru untuk mengikutkan sasaran-sasaran yang ekivalen, baik negara-negara industri dan negara dengan perekonomian yang baru muncul, yang secara efektif akan menghalangi kesepakatan tersebut.
Cefic telah meluncurkan kampanye humas dengan mengangkat berbagai produk yang hemat energi. Pesan yang sama juga telah diajukan International Council of Chemical Associations (ICCA) yang meluncurkan laporan nyaJuli 2009. Laporan ini mengklaim keuntungan produk industri kimia dalam menghemat emisi jauh lebih besar daripada tapak jejak ekologi karbon mereka.
26. Eurelectric merupakan asosiasi perusahaan listrik Eropa. Anggotanya para pelaku polusi utama perubahan iklim seperti Vattenfall, Enel, E.ON, RWE dan DONG Energy. Perusahaan listrik telah mendapat rejeki nomplok hasil skema perdagangan emisi UE, mereka mendapat izin melakukan polusi gratis, sementara membebankan biayanya pada konsumen.
Eurelectric melobi kebijakan iklim di Uni Eropa, juga internasional. Presiden Eurelectric adalah Christian Jourquin, chief executive Solvay. Bulan Maret 2009 Eurelectric menyerahkan deklarasi pada Komisioner Energi UE Piebalgs yang berisi janji para perusahaan listrik Eropa untuk meraih pengadaan listrik yang netral-karbon pada 2050. Janji ini mengandalkan teknologi yang kontroversi, termasuk CCS dan nuklir. Eurelectric menginginkan pembicaraan iklim PBB menetapkan target tahun 2050, dan bukan sebelum tahun itu. Mereka sedang melobi agar mendapat dukungan untuk tenaga nuklir dan CCS.
27. Vattenfall merupakan salah satu investor terbesar dalam mempromosikan CCS dan Josefsson melobi lewat Platform Teknologi Eropa untuk Tenaga Berbahan Bakar Fosil Nol Emisi, mengamankan pendanaan besar-besaran untuk perkembangan instalasi percontohan.
28. The European Round Table of Industrialists (ERT). Kelompok yang berisi para Industrialis, merupakan kelompok eksklusif 44 pemimpin perusahaan multinasional terkuat di Eropa. Kelompok kerja tentang iklim ini diketuai mantan CEO Shell, Jeroen van der Veer.
Posisi ERT di COP 15 Copenhagen mendorong Eropa bergerak pasti bila negara berkembang juga bergerak, melakukan lobi untuk berkomitmen melakukan penurunan emisi ayang lebih renda. ERT menginginkan energi nuklir dan pembiayaan teknologi baru, terutama CCS. ERT juga melobi pasar karbon global dan meminta kesepakatan sektoral untuk negara-negara berkembang. ERT menginginkan pengalihan teknologi dilakukan melalui investasi pada perusahaan anggota mereka yang beroperasi di negara berkembang.
Kelompok Pelobi Lainnya
29. Australian Industry Greenhouse Network (AIGN) merupakan koalisi para pelaku polusi terberat di Australia, termasuk Shell di Australia, Rio Tinto, Exxon Mobil dan British Petroleum serta banyak asosiasi industri lainnya. AIGN terkenal luas sebagai Mafia Rumahkaca.
CEO AIGN adalah Mike Hitchen, yang digambarkan sebagai salah seorang dari “selusin mahluk kotor” Australia karena usaha melindungi kepentingannya pada industri berbahan bakar fosil dengan menahan dan memperlambat upaya Australia mengurangi emisi gas rumah kaca. Hitchen dulunya bekerja di Departemen Industri Dasar dan Energi (DPIE) Asutralia dan dilaporkan dekat dengan pemerintah. AIGN mendorong izin emisi gratis untuk perusahaan sebagai komepensasi dari nilai aset yang dikurangi karena pemberlakukan skema perdagangan Australia. AIGN juga mempromosikan “batu bara bersih” atau CCS , juga energi nuklir.
30. Brazilian Climate Alliance. Lembaga ini menggabungkan para pebisnis pertanian Brazil, termasuk perusahaan perkebunan kedelai, gula dan kayu raksasa Brazil. BCA mendorong kesepakatan Copenhagen yang akan menyediakan kredit karbon bagi mereka lewat mekanisme CDM. Tindakan ini termasuk praktik monokultur kedelai, gula dan kayu yang merusak lingkungan, dan juga produksi arang untuk industri baja.
Aliansi ini telah melobi pemerintahan Brazil dan Presiden Lula diharapkan mendorong posisi mereka di Copenhagen. Aliansi ini meliputi 14 asosiasi Brazil, sepertipersatuan baron gula UNICA, Asosiasi Selulosa dan Kertas Brazil (Bracelpa), serta Asosiasi Pertanian Brazil (ABAG). UNICA membangun perkantoran di Brussels untuk melobi target
10% bahan bakar agrofuel, menyebarkan informasi lingkungan dan sosial yang menyesatkan sebagai bagian lobinya. Diantara tujuan lobi aliansi ini adalah “mereformasi” CDM dank membujuk Uni Eropa membuang segala hambatan untuk membeli kredit karbon hutan di bawah Skema Perdagangan Emisi. Ini memungkinkan dalam industri di Uni Eropa, menukar emisi dengan investasi pada pertanian monokultur di Brazil.
31. Confederation of Danish Industry (DI). merupakan anggota BusinessEurope dari Denmark. Dia menjadi tuan rumah “Hari Bisnis” Business leading ACTION, bersama-sama dengan WBCSD dan ICC (lihat catatan sebelumnya) pada tanggal 11 Desember di Copenhagen.
32. Nippon Keidanren, Federasi kelompok lobi perusahaan Jepang yang paling digdaya ini membawahi lebih seribu perusahaan termasuk Nippon Oil Corporation, Tokyo Electric Power, Toyota, Mitsubishi atau Nippon Steel Corporation.
Nippon Keidanren dulunya memiliki hubungan erat dengan pemerintahan sebelumnya, Partai Liberal Demokratik Jepang. Ketika Perdana Menteri saat ini, Yukio Hatoyama, pemimpin Partai Demokratik (DPJ) berkomitmen untuk memotong emisi Jepang 25% tahun 2020 (dari data dasar 1990), Nippon Keidanren berkampanye melawan target yang diajukan.
Mereka terus mempertanyakan kajian ilmiah perubahan iklim, dan mengatakan: “Karena konsekuensi perubahan iklim untuk masyarakat dan ekosistem berpotensi amat serius dan meluas, langkah-langkah enjawab risiko perubahan iklim sekarang amat berhati-hati, sementara ilmu terus menerus berevolusi.” Keidanren mendorong suatu kesepakatan internasional yang melibatkan raksasa ekonomi baru, China dan India melalui teknologi ramah-perusahaan; kesepakatan industri sektoral sukarela; hormat terhadsp kebijakan pasar bebas, mekanisme CDM yang diperluas dan hak kepemilikan intelektual perusahaan sebagai biaya pengalihan teknologi yang diperlukan negara-negara berkembang.
Federasi ini juga anggota Forum Bisnis Ekonomi Utama dalam Energi dan Iklim yang mengumpulkan suara untuk dunia usaha dalam pembicaraan iklim PBB, termasuk mendapatkan peran lebih resmi di UNFCCC ().
Tamat

















