Slide Show
 

COP 18: Selamatkan Rakyat, Turunkan Emisi, Hentikan Membakar Bumi

Pada 26 November – 7 Desember 2012 akan berlangsung KTT Perubahan Iklim di Doha Qatar. Dunia menjadi saksi meningkatnya krisis iklim. Mulai badai Sandy  di Amerika Serikat hingga banjir dan berbagai bencana lingkungan lainnya  yang makin rutin dan meluas di negara-negara Asia. Namun, para pemimpin Negara industri justru mempermainkan nasib penduduk bumi lewat ketidakpastian penurunan emisi, dan dukungan adaptasi bagi negara-negara berkembang dan miskin. Tak hanya menjadi batu sandungan dalam tiap KTT Iklim, yang membuat Kyoto Protokol periode pertama berakhir 2012 tanpa kesepakatan mandat penurunan emisi Negara Industri. Amerika Serikat berusaha membawa substansi negosiasi iklim ke dalam negosiasi informal di luar skema PBB - UNFCCC, melalui Major Economies Forum on Energy and Climate. Indonesia adalah salah satu anggotanya. Bagaimana nasib Keselamatan Penduduk bumi ke depan?



Pemanasan Global Ancam Pasokan Air"""
MP3EI, Ekonomi Hijau
ala Indonesia?
Cara Petani Beradaptasi dengan Iklim

Bahan Bacaan

UNFCCC

E-mail Print PDF

UNITED NATIONS FRAMEWORK CONVENTION ON CLIMATE CHANGE

Attachments:
FileDescriptionFile sizeLast Modified
Download this file (UNFCCC Text.pdf)UNFCCC 80 Kb11/22/09 07:08
Read more...
 

RAN 2007

E-mail Print PDF

RENCANA AKSI NASIONAL DALAM
MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM

Attachments:
FileDescriptionFile sizeLast Modified
Download this file (RAN PI-Indonesia.pdf)RAN 2007 482 Kb11/22/09 07:05
Read more...
 

Prosiding Festifal Orang Rawa Gambut Se Indonesia 2009

E-mail Print PDF

Festival Orang Rawa-Gambut Se Indonesia (FORGI)

Bogor 21 - 22 April 2009

Attachments:
FileDescriptionFile sizeLast Modified
Download this file (prosiding kegiatan FORGI 2009.pdf)Prosiding Kegiatan FORGI 2009 1019 Kb11/22/09 06:45
Read more...
 

Quo Vadis REDD di Indonesia?

E-mail Print PDF
Bernadinus Steni
Perkumpulan HuMa, 2009

Pengantar

REDD (Reduction of Emission from Deforestation and Degradation) merupakan satu diantara beberapa skema yang hangat diperdebatkan dalam putaran perundingan perubahan iklim. Skema ini awalnya dirancang oleh Papua Nugini dan Kosta Rika, dua negara pemilik hutan tropis yang merasa tidak mendapat keuntungan apapun dari skema perubahan iklim di bawah rejim Protokol Kyoto. Dua skema Kyoto, emission trading (ET) dan joint implementation (JI) hanya berlaku untuk dan di antara negara Annex I. Satu skema lagi, clean development mechanism (CDM), melibatkan negara berkembang tapi hanya dibatasi tidak lebih dari 1% total emisi tahunan negara maju yang menginvestasikan proyek CDM‐nya di negara berkembang. Jumlah yang sangat kecil ini tidak lepas dari prinsip pengurangan emisi domestik sebagai tujuan utama protokol Kyoto. Artinya, mekanisme ET, JI maupun CDM hanya pelengkap (additional) atas tujuan utama Kyoto yakni mendesak negara Annex I agar mengurangi emisi domestik‐nya (Murdiyarso, 2007: 48‐59).
Attachments:
FileDescriptionFile sizeLast Modified
Download this file (Quo Vadis REDD utk IESR 24 Agust 09.pdf)Quo Vadis REDD di Indonesia? 198 Kb11/22/09 06:01
Read more...
 
Page 13 of 13

Menu

Login

Follow Me

facebook2 twitter_logo

Publikasi

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday44
mod_vvisit_counterYesterday577
mod_vvisit_counterThis week2799
mod_vvisit_counterLast week3408
mod_vvisit_counterThis month10648
mod_vvisit_counterLast month12388
mod_vvisit_counterAll days522768

CSF TERKINI

xbannerlaunching


You are here: