Perempuan dan Jejak Perubahan Iklim
Friday, 18 December 2009 05:21
Khalisah Khalid
Dalam studi lapangan di Desa Ilir, Indramayu, Jawa Barat, terungkap, sebagai buruh tani, Ibu Wati hanya bisa membawa pulang upah Rp 700.000 dalam 25 hari kerja saat masa panen dari pemilik lahan. Beberapa tahun belakangan, masa panen hanya bisa dinikmati satu tahun sekali dari semula dua kali akibat banjir dan kekeringan yang datang bergantian. Padahal, itulah penghasilan yang bisa didapat karena pendapatan suami sebagai nelayan tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Read more...
|
"Climategate" atau Pro-"Status Quo"?
Thursday, 17 December 2009 06:38
Jonatan Lassa
Kontroversi seputar tuduhan climategate, yang ramai diberitakan media dalam dua minggu terakhir, menjadikan jalan menuju Kopenhagen, khususnya Pertemuan Para Pihak Ke-15 (COP-15), sejak pekan lalu ibarat kerikil dalam sepatu. Yang ditakuti adalah bahwa kontroversi climategate akan menurunkan legitimasi kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang akan dibahas.
Read more...
Hai Harper! Tutup Eksploitasi Pasir Tar!
Wednesday, 16 December 2009 18:41
Siti Maemunah
(Copenhagen, 16/12/09) Masyarakat adat Kanada menolak eksploitasi pasir Tar (tar sands). Selasa, 15 Desember lalu, mereka menggelar aksi global menolak penambangan pasir Tar. Kemarin, mereka dan aliansi para pendukungnya dari seluruh dunia yang datang di COP 15 UNFCCC, menggelar karpet selamat datang untuk Perdana Menteri Kanada Stephen Harper di Kedutaan Besar Kanada di Copenhagen.
"Hai Harper! Tutup Eksploitasi Tar Sands!", tegas mereka.
*****
Read more...
WWF & Para “Penyelamat” Iklim (3)
Monday, 14 December 2009 17:32
Siti Maemunah
Oleh Siti Maemunah, JATAM/ CSF Indonesia
BusinessEurope, badan pengusaha Eropa, mewakili kepentingan perusahaan besar di Uni Eropa, termasuk Arcelor Mittal, BASF, Lafarge dan Rio Tinto. Business Europe melobi untuk mengurangi usaha pengetatan sistem batas dan perdagangan – dalam Skema Perdagangan Emisi. Mereka berpendapat bahwa penalti Uni Eropa akan menyebabkan peningkatan biaya, membuat pengusaha merelokasi produksinya dan menyebabkan kebocoran karbon. Hasilnya? Sekitar 77 persen persen sektor manufaktur Eropa akan menerima izin gratis melakukan polusi setidaknya sampai 2020.
****
Last Updated ( Monday, 14 December 2009 17:44 )
Read more...
WWF & Para “Penyelamat” Iklim (2)
Monday, 14 December 2009 17:12
Siti Maemunah
Oleh Siti Maemunah, JATAM/ CSF Indonesia
International Chamber of Commerce, salah satu yang paling berpengaruh mendorong perusahaan dalam perdagangan internasional dan deregulasi investasi. Lembaga ini pemain digdaya dalam skenario iklim global. Anggotanya termasuk Areva, ExxonMobil, Rio Tinto, Shell and Vattenfall. Pesan untuk Copenhagen, yang diajukan pada “Bussines day” 11 Desember di COP 15 UNFCCC adalah bahwa bisnis bagian dari jawaban perubahan iklim. Bisnis harusnya menjadi prioritas utama para pemimpin dunia melalui pertumbuhan ekonomi dan perdagangan bebas. Di COP 15 Copenhagen, International Chamber of Commerce datang dengan 136 delegasi termasuk perwakilan Sasol – perusahaan batubara cair asal Afrika selatan dan Monsanto.
***
Last Updated ( Monday, 14 December 2009 17:16 )
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 3 of 5 |