Hentikan Solusi Palsu CTI di COP 15 Copenhagen
Wednesday, 16 December 2009 18:44
CSF
Siaran Pers CSF, 16 Desember 2009
Sejak lahirnya inisitaif CTI telah menimbukan kontroversi dan penolakan dari nelayan dan kelompok masyarakat sipil. Tapi pemerintah dan lembaga konservasi internasional pendukung CTI, macam World Wildlife Nature, The Natue Concervacy dan Conservation International tutup telinga dan mata. Mereka mengeluarkan laporan-laporan yang kontraproduktif. Salah satunya, laporan WWF bahwa terumbu karang bakal musnah dari wilayah Coral Triangle di akhir abad ini dan kemampuan ekosistem pesisir menghidupi nelayan dan masyarakat pesisir akan menurun hingga 80 persen. Oleh karenanya dibutuhkan keterlibatan bisnis berperan dalam CTI. Ini bertentangan dengan pesan utama Coral Triangle Initiative's Declaration on Coral Reefs, Fisheries and Food Security yang disepakati CT-6 sebagai langkah mengurangi tingkat kemiskinan, khususnya wilayah pesisir. Bagaimana kemiskinan dientaskan, sementara sektor swasta diberikan akses seluas-luasnya dan masyarakat digusur.
***
Read more...
|
Para Pemimpin Negara Asia Tenggara – Berikan Solusi! Bukan Delusi!
Tuesday, 15 December 2009 07:30
SEA Oilwatch - CSF Indonesia
Siaran Pers SEA Oilwatch - CSF Indonesia Copenhagen, 14 desember 2009
(Copenhagen, 141209) Kami, anggota Oilwatch Asia Tenggara dan Indonesian Civil Society Forum for Climate Justice (CSF), menyatakan posisi dan desakan kami atas negosiasi iklim yang sedang berlangsung di COP 15 UNFCCC Copenhagen (1). Kami telah menjadi saksi dar buruknya kepemimpinan negara-negara industri berkomitmen memotong emisi karbon secara signifikan, apalagi untuk menunjukkan tanggung jawab mereka mendukung negara berkembang menangani dampak perubahan iklim.
Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah dunia yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Wilayah ini terdiri dari banyak negara miskin dan sebagian besar warganya hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga memiliki kapasitas rendah untuk beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Selain itu, wilayah ini juga rawan bencana termasuk angin topan, kekeringan, gempa bumi, dan banjir.
Read more...
Hentikan Memperlakukan COP 15 sebagai Ajang Fundrising
Thursday, 10 December 2009 13:04
CSF
Siaran Pers, 10 Desember 2009 Forum Masyarakat Sipil Indonesia untuk Keadilan Iklim - www.csoforum.net
(Copenhagen, 101209) Ketidaksiapan Delegasi RI membawa misi menyelamatkan hutan dan rakyat Indonesia dari dampak perubahan iklim terulang pada pertemuan SBSTA (8/11) COP 15 UNFCCC Copenhagen Denmark. Delegasi Indonesia menyampaikan posisinya terkait penguatan kapasitas, transfer teknologi dan pendanaan yang reliable, predictable, dan steady melalui REDD. Mereka menyuratkan akan menerima dana apapun lewat REDD (1). Sikap mengambang ini berpotensi merugikan Indonesia, karena juga membuka pintu lebar-lebar untuk skema pendanaan yang tak bertanggung jawab dan berpotensi mendorong deforestasi dan pelanggaran HAM sekitar hutan makin tinggi.
Last Updated ( Thursday, 10 December 2009 13:11 )
Read more...
Siaran Pers, 8 Desember 2009
Tuesday, 08 December 2009 19:41
administrator
Seruan Copenhagen :
Rubah Arah Pembangunan yang Mendewakan pertumbuhan Ekonomi
(Copenhagen, 8/12/09) Pembukaan Pertemuan Para Pihak COP 15 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) resmi digelar di Bella Center, Copenhagen, Denmark, Senin (7/12). Dalam pernyataan media pembukanya Yvo de Boer Sekretaris Eksekutif UNFCCC menegaskan pentingnya kesepakatan Copenhagen, bahkan diperlukan koreksi atas arah pertumbuhan ekonomi negara berkembang. Pernyataan ini merupakan koreksi model pembangunan negara industri yang salah, tapi terus menjadi panutan negara berkembang, termasuk Indonesia.
Last Updated ( Tuesday, 08 December 2009 20:11 )
Read more...
Menyegerakan Keadilan Iklim Guna Menyelamatkan Warga
Monday, 30 November 2009 23:47
CSF - Siaran Pers
Siaran Pers Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim www.csoforum.net
Jelang Pertemuan Para Pihak XV Kopenhagen Menyegerakan Keadilan Iklim Guna Menyelamatkan Warga
Jakarta, 30 November 2009. Perhelatan Pertemuan Para Pihak XV di Copenhagen, Denmark, 7-18 Desember mendatang bakal menjadi pertaruhan 192 negara dalam mengatasi persoalan perubahan iklim. Dihadapkan pada situasi menjelang berakhirnya Protokol Kyoto pada 2012, muncul dua kubu di meja perundingan. Mayoritas negara maju menghendaki penggabungan kinerja Ad Hoc Working Group on Further Commitments for Annex I Parties under the Kyoto Protocol (AWG-KP) dan Ad Hoc Working Group on Long-term Cooperative Action under the Convention (AWG-LCA). Sebaliknya, negara-negara berkembang memilih melanjutkan perundingan atas Protokol Kyoto hingga dihasilkan sebuah kesepakatan baru yang lebih kuat dan mengikat. Inilah persoalan pokok yang mesti dientaskan di Copenhagen, Desember mendatang.
Last Updated ( Monday, 30 November 2009 23:52 )
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |