Slide Show
 

COP 18: Selamatkan Rakyat, Turunkan Emisi, Hentikan Membakar Bumi

Pada 26 November – 7 Desember 2012 akan berlangsung KTT Perubahan Iklim di Doha Qatar. Dunia menjadi saksi meningkatnya krisis iklim. Mulai badai Sandy  di Amerika Serikat hingga banjir dan berbagai bencana lingkungan lainnya  yang makin rutin dan meluas di negara-negara Asia. Namun, para pemimpin Negara industri justru mempermainkan nasib penduduk bumi lewat ketidakpastian penurunan emisi, dan dukungan adaptasi bagi negara-negara berkembang dan miskin. Tak hanya menjadi batu sandungan dalam tiap KTT Iklim, yang membuat Kyoto Protokol periode pertama berakhir 2012 tanpa kesepakatan mandat penurunan emisi Negara Industri. Amerika Serikat berusaha membawa substansi negosiasi iklim ke dalam negosiasi informal di luar skema PBB - UNFCCC, melalui Major Economies Forum on Energy and Climate. Indonesia adalah salah satu anggotanya. Bagaimana nasib Keselamatan Penduduk bumi ke depan?



Pemanasan Global Ancam Pasokan Air"""
MP3EI, Ekonomi Hijau
ala Indonesia?
Cara Petani Beradaptasi dengan Iklim

Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung Baru 8,8 Persen

E-mail Print PDF
Bandung, Kompas - Ruang terbuka hijau di Kota Bandung kini baru mencapai 8,8 persen. Volume itu jauh dari ideal karena luas RTH seharusnya 30 persen dari luas Kota Bandung 16.729 hektar.
Melihat kondisi sekarang, kemungkinan RTH hanya bisa bertambah menjadi 13,14 persen. Untuk itu, diperlukan beberapa rekayasa agar RTH bisa mencapai 30 persen sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
Demikian dikatakan Achmad dari PT Monekatama Selaras Consultant saat mempresentasikan bahan revisi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung 2010-2030 di Auditorium Rosada, Balaikota Bandung, Senin (1/2).
Achmad memaparkan, RTH yang mencapai 13,14 persen tersebut terdiri dari kawasan lindung seluas 67,77 hektar, pertanian (1.782,58 ha), serta fasilitas umum dan sosial (347,7 ha). "RTH pertanian perlu dipertahankan. Kalau bisa, jangan beralih fungsi," ujarnya.
Menurut Achmad, untuk meningkatkan RTH dan membuat Kota Bandung semakin nyaman, pola pembangunan harus mengacu pada pembangunan vertikal (rumah susun). Hal itu harus ditunjang dengan optimalisasi aset yang ada, seperti sungai, serta penambahan infrastruktur dan fasilitas, misalnya moda transportasi massal.
Pembangunan tempat tinggal vertikal itu juga untuk mengantisipasi ledakan penduduk Kota Bandung yang pada 2030 diperkirakan mencapai 4,1 juta jiwa. Saat ini penduduk Kota Bandung sebanyak 2,5 juta jiwa.
Wali Kota setuju
Wali Kota Bandung Dada Rosada setuju dengan usul Achmad. Untuk memaksimalkan RTH, Pemerintah Kota Bandung berencana membangun rumah susun di tepi sungai. Rumah susun itu untuk menampung warga yang saat ini tinggal di 1.058 rumah kumuh yang semrawut di bantaran Sungai Cikapundung. Lahan bekas rumah itu akan dijadikan RTH.
Rumah susun itu menghadap ke sungai. "Lantai satu dan dua digunakan untuk ruang pertemuan, sementara warganya hanya tinggal di lantai tiga ke atas. Ini untuk antisipasi agar warga tidak kebanjiran saat air sungai meluap," kata Dada.
Tokoh Jawa Barat, Tjetje Hidayat Padmadinata, mengatakan, tata ruang Kota Bandung semrawut karena tak ada ketegasan sejak awal. Kota yang awalnya hanya diuntuk sekitar 600.000 jiwa ini sekarang dihuni hampir 3 juta jiwa. "Makanya, mulai sekarang harus ada ketegasan. Daerah yang tidak boleh dibangun jangan dibangun," ia mengusulkan. (MHF)

Bandung, Kompas - Ruang terbuka hijau di Kota Bandung kini baru mencapai 8,8 persen. Volume itu jauh dari ideal karena luas RTH seharusnya 30 persen dari luas Kota Bandung 16.729 hektar.

Melihat kondisi sekarang, kemungkinan RTH hanya bisa bertambah menjadi 13,14 persen. Untuk itu, diperlukan beberapa rekayasa agar RTH bisa mencapai 30 persen sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Demikian dikatakan Achmad dari PT Monekatama Selaras Consultant saat mempresentasikan bahan revisi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung 2010-2030 di Auditorium Rosada, Balaikota Bandung, Senin (1/2).

Achmad memaparkan, RTH yang mencapai 13,14 persen tersebut terdiri dari kawasan lindung seluas 67,77 hektar, pertanian (1.782,58 ha), serta fasilitas umum dan sosial (347,7 ha). "RTH pertanian perlu dipertahankan. Kalau bisa, jangan beralih fungsi," ujarnya.

Menurut Achmad, untuk meningkatkan RTH dan membuat Kota Bandung semakin nyaman, pola pembangunan harus mengacu pada pembangunan vertikal (rumah susun). Hal itu harus ditunjang dengan optimalisasi aset yang ada, seperti sungai, serta penambahan infrastruktur dan fasilitas, misalnya moda transportasi massal.

Pembangunan tempat tinggal vertikal itu juga untuk mengantisipasi ledakan penduduk Kota Bandung yang pada 2030 diperkirakan mencapai 4,1 juta jiwa. Saat ini penduduk Kota Bandung sebanyak 2,5 juta jiwa.

 

Wali Kota setuju
Wali Kota Bandung Dada Rosada setuju dengan usul Achmad. Untuk memaksimalkan RTH, Pemerintah Kota Bandung berencana membangun rumah susun di tepi sungai. Rumah susun itu untuk menampung warga yang saat ini tinggal di 1.058 rumah kumuh yang semrawut di bantaran Sungai Cikapundung. Lahan bekas rumah itu akan dijadikan RTH.

 

Rumah susun itu menghadap ke sungai. "Lantai satu dan dua digunakan untuk ruang pertemuan, sementara warganya hanya tinggal di lantai tiga ke atas. Ini untuk antisipasi agar warga tidak kebanjiran saat air sungai meluap," kata Dada.

Tokoh Jawa Barat, Tjetje Hidayat Padmadinata, mengatakan, tata ruang Kota Bandung semrawut karena tak ada ketegasan sejak awal. Kota yang awalnya hanya diuntuk sekitar 600.000 jiwa ini sekarang dihuni hampir 3 juta jiwa. "Makanya, mulai sekarang harus ada ketegasan. Daerah yang tidak boleh dibangun jangan dibangun," ia mengusulkan. (MHF)

 

Menu

Login

Follow Me

facebook2 twitter_logo

Publikasi

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday549
mod_vvisit_counterYesterday507
mod_vvisit_counterThis week549
mod_vvisit_counterLast week3511
mod_vvisit_counterThis month8905
mod_vvisit_counterLast month12388
mod_vvisit_counterAll days521025

CSF TERKINI

xbannerlaunching


You are here: