Hasil Penelitian Tanggapan Nelayan Atas Informasi Prakiraan Cuaca dan Potensi Ikan
Civil Society Forum for Climate Justice dan Dewan Nasional Perubahan Iklim
Kegiatan akan dilakukan pada Selasa, 1 Nopember 2011, jam 09.30 – 13.30 WIB di Ruang Rapat Utama, Dewan Nasional Perubahan Iklim.
Latar Belakang
Nelayan telah menjadi saksi terjadinya pola musim yang berbeda dalam beberapa tahun terakhir. Ada tiga pola angin musim yang dikenal nelayan, yakni musim barat, musim timur, dan musim peralihan. Saat ini nelayan kesulitan untuk dapat memprediksi secara tepat kapan pergantian antara satu musim ke musim yang lain. Pola angin musim yang tidak sama ini membingungkan nelayan dalam menentukan keputusan pergi melaut. Banyak nelayan yang salah memperhitungkan pola angin musim ketika berangkat ke laut. Tentunya berdampak pada resiko keselamatan.
Angin musim juga terkait dengan jenis ikan apa yang sedang banyak dan lokasinya, apakah ikan ada di tengah laut atau di perairan dangkal. Ketika gelombangan dan angin kencang datang tiba‐tiba dan nelayan memutuskan untuk tetap melaut, biasanya nelayan kesulitan menjaring atau memancing ikan. Nelayan telah menghabiskan bahan bakar, sementara hasil tangkapan ikannya minim. (Siregar, dkk, 2007).
BMKG telah menyediakan informasi tentang prakiraan cuaca maritime harian dan mingguan pada halaman portalnya. Informasi ini belum menjangkau nelayan kecil di daerah karena keterbatasan penyuluh dilapangan. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan saat ini berkisar Sekitar 98 persen dari 2,7 juta jiwa nelayan adalah nelayan kecil dan tradisional. Selain itu, belum ada kajian yang menunjukkan adakah informasi tersebut akan mudah dipahami, dan dimanfaatkan nelayan untuk kepentingan melaut.
Merespon kondisi yang dihadapi nelayan, Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim (CSF) bersama Oxfam Hongkong telah melakukan penelitian aksi dengan memberikan informasi prakiraan cuaca dan lokasi potensi ikan (peta PPDPI) kepada sejumlah nelayan di 5 lokasi melalui SMS setiap hari kepada sejumlah nelayan di Muara Angke‐Jakarta, Teluk Kwandang‐Gorontalo, Pelabuhan Ratu‐Jawa Barat, Krui‐Lampung,dan Banyuwangi‐Jawa Timur. Informasi prakiraan cuaca dan lokasi potensi ikan memiliki potensi membantu nelayan, khususnya nelayan kapal kecil, menghadapi ketidakteraturan pola musim yang berlangsung saat ini.
Tujuan:
a. Melaporkan Hasil Penelitian Tanggapan Nelayan Atas Informasi Prakiraan Cuaca dan Potensi Ikan kepada publik
b. Mendiskusikan masalah‐masalah neayan dalam merespon dampak perubahan iklim dan data iklim
c.Menemukan mekanisme penyebaran yang informasi Prakiraan Cuaca dan Potensi Ikan kepada nelayan di daerah yang lebih efisien dan meluas.
Bentuk Kegiatan
Launching dan bedah buku. Kegiatan ini akan dihadiri wakil pemerintah, akademisi, media dan masyarakat sipil. Para peneliti akan memaparkan temuan dan hasil penelitianya. Dua orang penanggap akan memberikan pandangannya terhadap buku dimaksud. Dilanjutkan dengan diskusi mendalam yang melibatkan peserta secara aktif yang dipandu oleh seorang moderator.
Narasumber dan Penanggap
Narasumber kegiatan ini adalah:
P. Raja Siregar, Tim Peneliti Riset‐Aksi Tanggapan Nelayan Atas Informasi Prakiraan Cuacadan Potensi Ikan.
Penanggap kegiatan ini adalah;
1. Dra. Nurhayati, M.Sc., Kepala Pusat Iklim, Agroklimat dan Iklim Maritim, Badan Meteorologi dan Geofisika
2. Dr. Dedi Adhuri, Peneliti Madya Kelompok Studi Maritim, Pusat Penelitian Kemasyarakatan
dan Kebudayaan LIPI
Penyelenggara
Civil Society Forum for Climate Justice, Oxfam Hongkong dan Dewan Nasional Perubahan Iklim
Tempat dan Waktu
Kegiatan akan dilakukan pada Selasa, 1 Nopember 2011, jam 09.30 – 13.30 WIB di Ruang Rapat Utama, Dewan Nasional Perubahan Iklim. Gedung Kementerian BUMN Lt. 18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta Pusat. Konfirmasi kehadiran; 085277753686 (Ina).
Penutup
Hasil penelitian ini diharap memberikan angin segar bagi inisiatif‐inisiatif yang akan membantu
nelayan‐nelayan kecil menghadapi dampak perubahan iklim.
















