slide show
 

Info Iklim

Image Atmosfir kian menebal dan bumi semakin panas.
 
 
Pemerintah Diharap Tak Terjebak Utang PDF Print E-mail
Selasa, 14 Oktober 2008 | 00:59 WIB
Jakarta, Kompas - Pemerintah, dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, diharap tak terjebak pada penambahan utang. Pernyataan itu disampaikan sejumlah lembaga swadaya masyarakat menyusul peluncuran mekanisme pendanaan baru Bank Dunia, Climate Invesment Fund, akhir September 2008.


Skema utang dinilai menyalahi kesepakatan global yang dibangun pada Konferensi Perubahan Iklim di Bali, Desember 2007. Saat itu, delegasi negara-negara maju setuju bahwa mereka akan mengambil peran besar untuk menekan laju pemanasan global melalui skema bantuan keuangan dan transfer teknologi.


”Menjadi aneh ketika negara berkembang dan miskin yang terkena dampak justru diminta membayar,” kata Nadia Hadad dari Bank Information Center (BIC), sebuah LSM yang ber- pusat di Washington, Amerika Serikat, pada diskusi bertema ”Bank Dunia Membiayai Pemanasan Bumi” di Jakarta, Senin (13/10).


Para pembicara wakil pemerintah yang menangani perubahan iklim, Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), batal hadir. Sebelumnya, DNPI menyerukan bahwa mereka tak akan mengelola dana yang berasal dari utang.


Para peserta diskusi juga mengharapkan agar pemerintah mengambil peran lebih kuat dalam kelompok negara-negara berkembang (G77), yakni mendesakkan pembahasan pendanaan menekan emisi global kembali pada jalurnya.


Jalur tersebut yaitu skema pendanaan dalam kerangka Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC), bukan lembaga lain di luar kontrol UNFCCC. Saat ini lembaga keuangan di bidang lingkungan adalah Global Environment Facility (GEF).
”Prinsipnya, negara maju pengemisi besar harus bertanggung jawab. Skema utang Bank Dunia menghilangkan peran tanggung jawab itu,” kata Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Siti Maemunah.


Ia mengingatkan, kehancuran ekologi akibat industri ekstraktif di Indonesia tak lepas dari peran lembaga pendanaan multilateral. Kebijakan baru mereka di bidang iklim diyakini tak jauh dari urusan keuntungan.


”Pemerintah harus belajar dari pengalaman utang-utang Bank Dunia dan lembaga pendanaan multilateral lain yang turut menghancurkan ekologi,” kata Ketua Koalisi Anti Utang Dani Setiawan. Proyek industri batu bara, pembangkit listrik tenaga air, dan transmigrasi merupakan proyek-proyek yang merusak ekologi. (GSA)

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Pengunjung Online

Loading Loading...

Anggota CSF

Weblinks

Login Form


XBanner

Keadilan Iklim

sam-1.gif Civil Society Forum (CSF) for Climate Justice..Baca

Photo Galeri

sam-12.jpg Perubahan Iklim dalam gambar, simak di photo galeri

Lembar Fakta

sam-3.jpgPemanasan Global dan Perubahan Iklim..Baca

Syndicate


You are here:

Sekretariat CSO Forum

Jl. Mampang Prapatan VI No 67, Jakarta Selatan
Phone : +62-21-7990139
Fax : +62-21-79198410

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday41
mod_vvisit_counterYesterday173
mod_vvisit_counterThis week1696
mod_vvisit_counterThis month902
mod_vvisit_counterAll38302

Site Info


Page Rank



Promo Webiste

Mari bergabung di Website CSF... Forum Online, Media Wiki dan dapatkan informasi terkini seputar keadilan iklim

HTML Tag Reference